Posts

Dunia yang Berbeda-beda

Image
Kadang aku tidak mengerti Mengapa aku dan mereka bersekolah Belajarkah atau sekadar meraih ijazah Apakah kemuliaan seseorang dinilai dari ijazah Sering kali aku memerhatikan teman-teman saat belajar. Dan hampir semuanya punya dunia masing-masing. Mengkhayal, main HP, ngobrol, hingga ngupil.  Tidak ada yang betul-betul memerhatikan dosen ataupun guru mengajar. Hal itulah yang membuat guru ataupun dosen menggertak hingga menangis karena merasa tidak dihiraukan apa yang dia sampaikan. Semoga ini menjadi pelajaran. Mengerti atau tidak apa yang guru sampaikan, kita harus tetap menghormatinya. Memerhatikan pelajaran dan tidak asyik dengn dunia maya maupun dunia khayal.

Tante Pemadam Kelaparan

Image
Help us ^^ Bismillah. Assalamualaikum. Malam ini saya ingin bercerita. Tidak panjang, tapi nda pendek juga. Tulisan ini sebagai pengingat dan tanda terima kasih kepada Allah swt., melalui Tante Pemadam Kelaparan. Malam ini, saya ditraktir makan sama Tante Pemadam Kelaparan. Alhamdulillah, dia menawarkanku makan dan tanpa bayar sepeser pun. Awalnya saya duduk di samping teman-teman yang sedang lapar. Ada yang pesan makan dan ada juga yang sudah makan sebelumnya. Sebenarnya saya lagi malas makan, bukan karena saya terbiasa puasa di malam hari. Tapi, ya karena saya baru saja makan sore. Tapi... setelah pesanan teman-teman sudah datang, si Tante..      "Dek, sini!" tante memanngilku.       "Iye, kenapa?"      "Makanmi nah, nda usah bayar."      "Ha? saya kaget, ini maksudnya apa. "Tapi?"      "Makan mi saja. Nda usah bayar. Oke? Mau pesan apa?" Di m...

Welcome Back!

Image
Assalamualaikum. Bismillah. Assalamualaikum Wr. Wb. Bagaimana kabarnya teman-teman blogger? Bagaimana kuliahnya? Sekolah? Bagaimana hubungan kalian dengan organisasi di sekolah kalian? ^_^ Sejujurnya ini adalah postingan pertamaku setelah beberapa bulan ini vakum. I'm so sorry. But, insya Allah, I will write again.  Menulis adalah bekerja untuk keabadian.  Kali ini, saya ingin sedikit bercerita. Semester kali ini saya punya tantangan yang lebih besar dari semester sebelumnya. Sekarang, saya sudah mulai masuk organisasi (luar kampus) dan insya Allah akhir bulan ini saya bersama teman-teman akan melaksanakan Bina Akrab Teknik Mesin '15.  Menjelang Bina Akrab ini, saya disibukkan dengan latihan-latihan, dan sosialisasi. Kadang, saya menggerutu di dalam hati dan bertanya, "Kenapa sosialisasinya setiap hari?" Kenapa latihannya sampai malam? Kenapa, dan kenapa? Ya, memang, di perguruan tinggiku ini, sebelum masuk Himpunan, ya harus men...

Inovasi Jeneponto Menekan Angka Kematian Ibu dan Anak Melalui Program Mappakasunggu

Image
S etiap tiga menit, di mana pun  di Indonesia, satu anak balita meninggal dunia. Selain itu, setiap jam, satu perempuan meninggal dunia ketika melahirkan atau karena sebab-sebab yang berhubungan dengan kehamilan.  Sebagian besar kematian anak di Indonesia saat ini teradi pada masa baru lahir (neonatal), bulan pertama kehidupan. Apa itu "Mappakasunggu" ibu dan anak?  Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar saat launching Program Mappakasunggu di Lapangan Passamaturukang  Program inovasi Mappakasunggu ibu dan anak merupakan program yang diluncurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto dalam menanggulangi permasalahan kesehatan, khususnya dalam pelayanan ibu hamil dan menyusui. Sebelum adanya program Mappakasunggu ini, sudah ada tim Brigade Siaga 115 yang dibentuk di tahun 2014. Lalu, apa hubungan antara tim Brigade Siaga 115 dengan program Mappakasunggu? Mari kita telusuri terlebih dahulu, di mana letak Kabupaten Jeneponto dan apa saja permasalahan yan...

KARENA AKU...

Image
Bismillah. Apa yang kamu ketahui tentang nasionalisme? Pertanyaan di atas merupakan satu di antara serangkain pertanyaan yang diajukan oleh AIESECER. AIESEC Unhas. Alhamdulillah hari ini aku ikut FGD ( Forum Group Discussion ) dan interview . Senang rasanya bisa bertemu dengan teman-teman baru. Ada yang baru, tapi ada juga yang sebenarnya sudah pernah kulihat di papan pengumuman kampus. WANTED. Eh bercanda-bercanda. Sori, garing. Beberapa teman sudah pernah aku lihat di kampus. Mereka satu fakultas denganku. Tidak kenal, sih, tapi tahu. Ya, aku yang tahu mereka. Tapi mereka yang tidak tahu tentangku. Hmm... hanya satu orang yang mengenalku. Entah dia tahu dari mana. Tapi dia memanggilku seperti sudah pernah berkenalan sebelumnya. "Fuad." sapa laki-laki itu sambil tersenyum. "Ah, assalamualaikum . Sori, siapa namanya?" jujur saja, aku belum tahu dia siapa. "Panggil Rian, saja." Aku mengangguk. Selain aku, Rian menyalami tem...

45 MENIT

Image
Medali emas, pasangan emas Bismillah. 45 MENIT . Kita mendapatkan kado terindah di hari kemerdekaan Indonesia. Pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil meraih medali emas dan memberikan kado buat rakyat Indonesia. Aku masih ingat malam itu. Waktu itu aku bilang ke diri sendiri kalau aku tidak akan tidur sebelum menonton final tersebut. Walaupun lama menunggu, tapi aku bersyukur bisa melihat mereka bertanding dengan SEMANGAT 45 . .   Berdoa. Hanya itu yang bisa kulakukan untuk mereka. Ketenangan, semangat dan doa dari seluruh rakyat Indonesialah yang membuat mereka bisa berhasil. Alhamdulillah Ya Allah. Tapi, ini bukan hasil akhir dari sebuah perjuangan. Kita harus tetap fokus dan mulai membuka jalan untuk generasi selanjutnya.  Sekali lagi, terima kasih banyak Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Untuk kami, generasi penerus. Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia. Melakukan dengan niat yang ikhlas dan tulus untuk Ibu Pertiwi. Ini...

Kenangan di Pulau Bokori

Image
   "Kira-kira kita masih bisa begini tahun depan?" waktu mau pulang Alhamdulillah, selama liburan kemarin, saya dan teman-teman banyak mengunjungi tempat-tempat indah. Salah satunya Pulau Bokori. Pulau yang terletak di tengah laut. Pasirnya putih dan bersih, pokoknya indah deh hehehe. Hari itu, sepulang dari jalan-jalan ke rumah teman, saya dan Muazar mengantar indah pulang ke rumahnya. Di sana kami makan siomay sambil cerita. Mengingat masa putih abu-abu yang ababil dan cerita bagaimana kita bisa kenal dekat. Senang rasanya, walaupun masanya sudah lewat hehehehe. Di tengah obrolan Muazar mengajak kami jalan-jalan lagi, "Eh, kapan-kapan kita ke Bokori pi!"  Saya yang tadi hanya duduk makan siomay langsung mengacungkan jempol. Oke, seru, bisa-bisa. Indah pun setuju, dia bilang, asal banyak orang supaya biaya ke sananya murah ^^ hehehehe. Alhamdulillah, saya senang sekali karena ternyata banyak teman yang bisa ikut ke Pulau Bokori. Ya, bebe...