Posts

Go Mampus!!!

Image
Alhamdulillah, hari ini saya bersyukur sekali karena saya bisa kembali untuk nge- blog dan nulis apa saja yang sudah saya lakukan selama liburan. Minggu, 31 Januari 2016. Penghujung bulan Januari. Hari ini adalah hari terakhir saya libur, dan besok adalah hari pertama saya masuk ke kampus lagi setelah sekian lama menjadi pengacara di rumah. Pengacara? Yap, PENGACARA (Pengangguran banyak acara). Selama liburan ini, saya melakukan beberapa hal yang menurutku cukup keren. 1. Membuat Daftar Resolusi. Yap, dengan membuat daftar resolusi, kita bisa lebih fokus apa yang mau kita lakukan selama setahun ini. Menurut apa yang saya baca di beberapa blog, sebenarnya resolusi bagi sebagian orang itu tidak terlalu penting. Tapi ada juga yang berpendapat kalau resolusi itu penting. ^^ hehe... termasuk saya. 2. Move On Saya bukan move on dari mantan pacar, tapi move on dari kegagalan-kegagalan yang saya alami di tahun kemarin. Selain dari kegagalan, selama tahun 2015 kemar...

Kanker Stadium 7

Image
Buccu: Vroh, bisa ambilkan obat di kantong? Baco: Ha, obat? Memangnya ko sakit apa? Buccu: Dokter bilang saya kena kanker stadium 7 vroh.  Baco: Kanker? Di bagian mananya kena badanmu? Buccu: To.. tolong ambilkan cepat obatnya.  Baco: *heran* di mana? Buccu: Di kantongmu.  "Kanker" Kanker merupakan salah satu penyakit yang sering muncul di akhir bulan maupun di akhir liburan semester. Yap, kanker itu aneh bin nyata. Kalau tidak mempersiapkan diri dengan amal menabung dan planning yang  tepat, bisa-bisa kita kena kanker pas kembali ke kost. Kanker menyerang siapapun yang tidak mempersiapkan dirinya di tanggal tua, termasuk mahasiksa. Eh maksudnya mahasiswa. Liburan semester seperti ini membuat kantong celanaku kena busung lapar. Bukan hanya saya, tapi sebagian dari teman-teman juga, kan?  Teman-teman SMA dan kampusku berharap dan bilang seperti ini: 'Semoga liburannya cepat selesai dan bisa masuk sekolah/kampus lagi.' 'Libu...

Iblis yang Baik Hati

Image
22 Januari kita berjanji Coba saling mengerti apa di dalam hati 22 Januari tidak sendiri Aku berteman iblis yang baik hati Jalan berdampingan Tak pernah ada tujuan Membelah malam  Mendung yang selalu datang Kudekap erat Kupandang senyummu Dengan sorot mata Yang keduanya buta Lalu kubisikkan sebaris kata-kata Putus asa... sebentar lagi hujan turun Dua buku teori Kau pinjamkan aku Tebal tidak bertebu Kubaca selau Empat lembar fotomu  Dalam lemari kayu Kupandang dan kujaga  Sampai kita jemu

Kefulangan yang Tertunda

Image
Galau. Mungkin itu kata yang tepat buat mahasiswa yang gagal fulang ke 'HOME-nya'. Galau? Yap, galau karena gagal pulang. Eh, bukan gagal pulang, tapi batal. -__- saya batal pulang setelah Ibuku menutup telepon dengan kalimat yang menyentuh sekali, 'Kamu di sana saja, Nak, tidak usahmi pulang dulu. Kamu urus saja kuliahmu. Mungkin sekalian libur semester genap kamu pulang, kalo panjang umur, insya Allah.' Dalam hati saya berkata, batal pulang lagi... Saya batal pulang ke Kendari untuk liburan karena satu hal: kuli-ah. Yap, tadi siang saya dapat kabar dari teman kampus. Dia bilang kalau hari ini sudah bisa membayar UKT untuk semester genap. Dan setelah membayar UKT, beberapa hari kemudian jurusanku sudah harus ke kampus buat mengisi KRS. Setelah chattingan dengan temanku, saya mengirim sms ke Ibu, memberi tahunya kalau mulai hari ini saya sudah bisa membayar UKT. Selain itu, saya juga minta ditelpon kalau ada gratisannya hehehehe... Tidak lama kemudian, hape...

31 Desember 2015

Image
Tidak terasa sekarang sudah di penghujung tahun. Ya, hari ini tanggal 31 Desember 2015, bentar lagi kita akan memasuki tahun baru Masehi. Haa... masih nggak nyangka, saya akan bertambah tua. Eh, kenapa larinya ke tua.  Beberapa hari yang lalu saya sempat blogwalking. Ya, untuk menambah pengetahuan, update info hehehe. Dan kebanyakan artikel di akhir tahun, para blogger menuliskan resolusi-resolusi yang akan diwujudkan pada tahun 2016. Hmm.. saya baru tahu kalo resolusi itu keren. Yaa... masing-masing orang berbeda dalam menghadapi pergantian tahun. Ada yang membuat resolusi buat satu tahun ke depan. Ada juga yang yang me-review resolusi tahun kemarin. Dan ada juga yang jungkir balik sambil melihat kembang api. Setelah blogwalking, saya merasa juga ingin membuat resolusi untuk satu tahun ke depan. Yap, dan tentunya saya juga mau me-review untuk tahun 2015 ini. Oke, di awal Januari kemarin, saya dan teman-teman sekolah mempersiapkan diri buat UN. Tidak-tidak, bukan hanya...

Terima Kasih Guruku

Image
Bismillah. Saya baru saja pulang dari sholat Jumat, dan mendapat kabar terbaru tentang guruku. Ibu Fitri. Dia salah satu penumpang KM Marina Baru yang berangkat dari pelabuhan Kolaka (Sultra) ke Siwa, Wajo (Sulsel).  Saya mengenal beliau waktu kelas XI, ya, dialah yang mengajariku fisika. Dia salah satu guru favoritku juga. Setiap dia masuk mengajar di kelas, saya selalu bersemangat, hehe... itu karena dia suka memanggilku maju ke depan kelas untuk mengerjakan kuis-kuis. Terkadang saya bisa jawab, dan terkadang saya mati berdiri di atas. Akalku buntu. Di saat kesulitan di depan papan, beliau menuntunku, menunjukkan cara, bukan hasil. Karena beliaulah, saya jadi suka pelajaran fisika sejak saat itu. Pas naik kelas XII, saya jarang melihat Ibu Fitri. Hmm.. tidak tau apa dia punya kesibukan lain atau memang saya yang jarang keluar kelas. Entahlah.  Saya masih ingat saat Ibu Fitri memanggilku setelah saya dan teman-teman tampil dance di acara ramah tamah kelas XII...

Kasih Ibu Sepanjang Jalan

Image
Alhamdulillah Ibuku datang dari Kendari. Yeee... bisa bermanja-manja lagi. Ya, berhubung kakak sepupu mau nikah, Ibu datang ke Makassar. Dan jauh hari sebelum datang, dia sudah mengabariku. Saya tersenyum saat mendengar suaranya dari ujung telpon, "Iya, Bu, nanti saya jemput di bandara pake bebek, maksudnya motor bebekku." Senang rasanya akan melihat wajah Ibu, senyumannya, dan kebiasaan tidurnya yang kadang-kadang mendengkur hehehe. Ibuku datang dari hari Kamis, minggu lalu, tapi kami baru ketemu dua hari yang lalu. Yah, setelah saya bilang akan menjemputnya di bandara, teman kelasku memberi tahu kalau hari itu juga ada remidial mata kuliah. Saya kemudian mengirim pesan ke Ibu kalau saya tidak bisa menjemputnya. Semenit kemudian dia nelpon, dengan nada lembut, dia bilang,"Tidak apa-apa, Nak, biar Ibu naik bus. Kamu urus saja ujianmu." Setelah dari kampus, saya mencoba menghubungi Ibu lagi. Dan ternyata oh ternyata Bung, dia langsung ke Jeneponto, tempa...