Posts

My Last Ramadhan?

Bismillah. Bulan ramadhan telah pergi meninggalkan kita. Rasanya sedih. Sedih karena di Bulan Ramadhan ini kulewati dengan beberapa kekurangan. Tantangan untuk diriku sendiri tak mampu kuselesaikan. Undangan untuk berbuat kebaikan pun tak dapat kuhadiri.  Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan kebaikan. Ada beberapa hal yang selalu bikin rindu dengan Bulan Ramadhan, misalnya: 1. Sahur Bareng (Sabar) تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً “ Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah .”   An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Karena dengan makan sahur akan semakin kuat melaksanakan puasa.” Selalu senang saat bertemu dengan bulan yang satu ini. Bulan suci ramadhan. Kita rela bangun di pagi buta hanya untuk mengharapkan ridha dan kebaikan dari sahur. Menyediakan santapan sahur, makan bersama dengan orang-orang terdekat, dan menunggu sholat subuh berjamaah. Sahur bukanlah kewajiban, melainkan sunnah yang apabila dikerjak...

Kerja, Kerja, Kerja Nyata!

Bismillah. Bagaimana membuat orang-orang di sekitar kita mengikuti apa yang kita mau? Sederhana. Lakukan tindakan nyata yang positif maka mereka akan segera bertindak. Minggu lalu, setelah shalat subuh aku bersama sahabatku, Andi pergi ke Kampung Dangko. Tempat orang-orang mantan penderita kusta menetap. Walaupun merasa terisolir dari masyarakat luar, mereka tetap baik hati dan membuka diri pada orang-orang yang mendatangi mereka. Kami datang untuk kerja bakti bersama anak-anak Aksi Indonesia Muda. Saat aku dan Andi tiba, ternyata ada seseorang menunggu kami di atas motornya    "Eh, Kak Anjar. Sudah lama, Kak?" tanyaku basa-basi.    "Hehehe baru juga tiba, tadi habis lari-lari pagi." Aku lalu menceritakan alasan kami berdua datang terlambat. "Mana yang lain Kak?" tanyaku    "Nda tau juga ini. Daripada menunggu kosong, ayo cari sekop." Andi mengikuti Kak Anjar pergi ke rumah-rumah warga yang memiliki sekop. Sedangkan aku m...

Sabtu Malam: Sarabba

Image
Sabtu malam selalu menjadi malam yang spesial bagiku dan kedua temanku. Momen di Sabtu malam itulah yang menjadikannya spesial. jadagram.com Kebanyakan orang di malam Minggu keluar bersama pasangan belum halalnya. Sorenya nelpon dan meminta si doi bersiap-siap untuk dijemput setelah adzan maghrib. Jalan lalu pulang hingga larut malam. Aku, James, dan Ilham memiliki cara tersendiri dalam menikmati Sabtu malam. Tidak dengan jalan-jalan bertiga lalu duduk-duduk memandangi pantai sambil mengadu kepala hingga terjadi cinta segitiga. Tidak-tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Ilham, Fuad, dan James Kami bertiga punya cara tersendiri dalam menghidupkan malam yang spesial itu. Setelah bergulat dengan buku, tugas-tugas, dan guru-guru di sekolah, kami hanya membutuhkan satu malam untuk melepaskan kepenatan bersama dengan kegiatan-kegiatan positif.      "Ayo, sebentar malam ke rumahnya Ilham!" ajak James. Aku mengangguk mengiyakan "Setuju!"   Aku, ...

Peduli Tidak?

Image
Kalau temanmu ulang tahun, apa yang akan kau lakukan? Memberinya hadiah, mentraktirnya, atau menonjokknya sampai nangis hingga main tarik-tarik rambut? Tahun 2011. Waktu masih kelas 8 Madrasah Tsanawiyah 4:1. Banyak perempuan dari laki-laki Bulan Maret kemarin, tepatnya di akhir bulan, temanku genap berusia 20 tahun. Alhamdulillah ^^. Suatu malam di warung makan, saya dan kedua teman kuliahku ngobrol dan dari situ, saya jadi paham tentang sifat manusia.    "Bil, kalau temanmu ulang tahun kau mau kasih hadiah?" tanyaku di sela-sela makan.    "Seberapa dekat kau dengan dia?"    "Tidak dekat, sih. Hanya saja, dia temanku sewaktu MTs." Bil berpikir sebentar, lalu bertanya lagi, "Perempuan atau laki-laki?"    "Perempuan." jawabku singkat. Bil tersenyum. Entah, setiap kali dia tersenyum, saya mengartinya menjadi dua makna. Pertama, dia mengakuiku normal. Kedua, dia tidak percaya. Di tengah-tengah obrolanku dengan...

Scooter Merah

Image
pixabay.com Minggu lalu, tepatnya ketika saya kembali dari menjenguk nenek saya di kampung, saya dapat pelajaran yang berharga dan tidak akan saya lupakan. Ada banyak cara yang Allah tunjukkan untuk mengajarkan kepada hamba-Nya bagaimana memperlakukan diri sendiri dan orang lain. Malam itu, saya baru saja tiba di Kabupaten Gowa. Setelah kurang lebih dua jam lamanya perjalanan, saya pun berhenti di pertigaan jalan. Setelah membayar ongkos perjalanan, saya lalu berjalan menuju rumah yang jaraknya sekitar 2 kilometer. Waktu itu jam menunjukkan pukul 19.46 WITA. Uang yang ada di saku tidak cukup. Saya memutuskan untuk jalan kaki, sekalian melatih otot-otot kaki. Belum lama berjalan, hujan turun. Saya berteduh lalu kembali berjalan setelah hujannya hanya menyisakan sisa-sisanya. Gerimis. Di tengah jalan, sekitar satu kilometer dari rumah. Seseorang datang.    "Dek, dari mana?" tanya seorang laki-laki. Saya sontak kaget, tiba-tiba di tengah jalan ada seseoran...

: = +

Image
"Guru, bisa ajari saya?" tanya seorang teman. "Ha, ajari apa?" saya bertanya balik. "Saya bukan guru." "Mengaji, guru." Saya diam untuk beberapa saat.  Malam itu adalah malam Jumat. Dan ini bukan tulisan tentang malam Jumat kliwon atau malam di mana hantu-hantu berkeliaran. Tetapi ini tentang Jumat yang penuh dengan kemuliaan dan kesenangan berbagi. Ketika teman saya, Suhandi, meminta saya untuk mengajarinya mengaji,. Pertanyaan-pertanyaan muncul di kepala. Sudah berapa lama saya tidak mengaji? Sudah berapa lama saya tidak mengulang-ulangi hafalan surahku? Kenapa saya tidak meneruskan bacaanku? Sampai kapan saya bermalas-malasan? Saya teringat dengan pesan guruku sewaktu madrasah. Guru bahasa Inggrisku, dia selalu mengajak saya dan teman-teman untuk membaca Al-Qur'an, khususnya surah al-Kahfi di malam Jumat dan hari Jumat. Di dalam kelas, tepatnya sewaktu kelas XI    "Ya, sebelum kita belajar hari ini. Mar...

Sampai Kapan?

Image
Hari ini hari Sabtu. Bagi anak kos, hari ini adalah waktu yang pas untuk mencuci, membersihkan kos dan sekitarnya, merapikan pakaian dan buku-buku yang mungkin berserakan karena tugas-tugas yang menumpuk ^_^ hahaha... Aku adalah orang pelupa. Jadi, tiap kali akan melakukan sesuatu, aku selalu mencatat agar apa yang kulakukan itu terlaksana dan aku pun merasa produktif dan tidak membuang-buang waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.  Pagi ini, aktivitas dimulai dengan mencuci pakaian kotor di kos sendiri. No laundry . Selagi masih bisa sendiri, kenapa mesti laundry. Prinsip anak kos hahaha.  Setelah berkutat dengan pakaian kotor, pindah ke tugas lain: merapikan buku, menyusun kertas-kertas bekas yang masih bisa digunakan kembali dan melipat pakaian bersih. Saat menyusun kertas-kertas yang berserakan di sekitar pintu kos, saya menemukan kertas yang berisikan tulisan seseorang. Seseorang yang selalu kuingat sampai hari ini, dan tidak akan terlupakan. ...